Kamis, 09 Mei 2013

DEFINISI, TUJUAN, DAN FUNGSI BK


A.    Definition Counseling
1.      Introduction to counseling and art and science prespective (third edition) counseling can more appropriately be understood as a dynamic process as sociated with an energing proffesion. It involves a professionallyb trained counselor as sisting a client with particular concerns. In this process the caunselors can use a variety of conseling strategies such as individual group, or family counseling to assist the client to bring about bereficial changes. These strategies, can generete a variety  of out comes, some of these are facilitating behavior changes enhacing coping shill promoting decision making, and improving relationship.
2.      Definition of counseling has been offered by English and English, who state that counseling is a relationship in which one parson endeavors to help another to understand and solve has adjustment problem. The area of adjustment is often indicated: education counseling,vocational counseling, social counseling, etc.
3.      There have always been “ counselors” people who listen to others and help them resolve difficulties butvthe word counselor has been missused over the years by connecting it with descriptive adjective to promote products. Those, one hears of carpet counselors color coordination counselorss, pest control counselors, finansial counselors and so on. These counselors are mostly glory fied sales person or advice givers. They are to proffesional counseling what furniture doctor or medicine.
Counseling as a proffesion grew out.mof the guidance movement in opposition to tradisional psycotherapy. Yet today proffesional counseling encampasses within its paractice clinicians two focus on growt and wellnes as well as the remediation of mental desordes. To understand what counseling is now.it is important first to understand the concept of guidance and psychotherapy and the history of profession.
4.      Konseling adalah hubungan tatap muka yang bersifat rahasia, penuh dengan sikap penerimaan dan pemberian kesempatan dari konselor terhadap klien, konselor mempergunakan pengetahuan dan keterampilanya untuk membantu klienya mengatasi masalah-masalahnya.
5.      Konseling adalah semua bentuk hubungan antara bentuk hubungan antara dua orang dimana yang seorang yaitu klien dibantu untuk lebih mampu menyesuaikan diri secara efektif terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya.
6.      Konseling menurut saya: konseling adalah hubungan antara dua orang individu yang salah satu individu disebut konselor sebab memiliki ketrampilan khusus untuk berperan sebagai pemberi bantuan atau bimbingan yang di tujukan kepada konseli sebagai individu yang menerima batuan atau bimbingan agar mampu menyesuikan diri secara efektif terhadap dirinya sendiri dan lingkungannya. 


B.     Tujuan Konseling
1.      Mengadakan perubahan perilaku pada diri klien sehingga memungkinkan hidupnya lebih produktif dan memuaskan.
2.      Tujuan konseling membantu siswa menjadi lebih matang dan lebih mengaktualisasikan dirinya, membantu siswa maju dengan cara positif, membantu dalam sosialisasi siswa maju dengan memanfaatkan sumber dan potensinya sendiri.
3.      Pemahaman. Adanya pemahaman terhadap akar dan perkembangan kesulitan emosional mengarah kepada peningkatan kapasitas untuk lebih memilih control rasional ketimbang perasaan dan tindakan.
4.      Berhubungan dengan orang lain. Menjadi lebih mampu membentuk dan mempertahankan hubungan yang bermakna dan memuaskan bagi orang lain; misalnya, dalam keluarga atau di tempat kerja.
5.      Pemecahan masalah. Menemukan pemecahan problem tertentu yang tak bisa dipecahkan oleh klien sendiri. Menurut kompetensi umum dalam pemecahan masalah.
6.      Pencerahan. Membantu klien mencapai kondisi kesadaran spiritual yang lebih tinggi.
7.      Pendidikan psikologi. Membuat klien mampu menangkap ide dan teknik untuk memahami dan mengontrol tingkah laku.
8.      Penerimaan diri. Pengembangan sikap poitif terhadap diri, yang ditandai oleh kemampuan menjelaskan pengalaman yang selalu menjadi subjek kritik diri dan penolakan.

C.    Fungsi Konseling
1.      Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan yang membantu peserta didik (siswa) agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, siswa diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.
2.      Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh peserta didik. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada siswa tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah layanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para siswa dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan, diantaranya : bahayanya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out, dan pergaulan bebas (free sex).
3.      Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan siswa. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu siswa mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah layanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming), home room, dan karyawisata.
4.      Fungsi Perbaikan (Penyembuhan), yaitu fungsi bimbingan yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada siswa yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching.
5.      Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.
6.      Fungsi Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan siswa (siswa). Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai siswa, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan siswa secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan siswa.
7.      Fungsi Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dalam membantu siswa (siswa) agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.


Daftar Pustaka

Burks, Herbert M. 1979. Theory of  Counseling. New york : Michigan State University.
Gladding, Samuel.T. 2009. Counseling a Comprehensive Proffesion. New jersey : Pearson Education.
McLeod, J.2008. Pengantar Konseling. Teori dan Study Kasus. Jakarta : Kencana
Nystol, Michael S. 2006. Introduction to Counseling and Art and science    Prespective. New York :  Pearson Education, Inc
McLeod, J. 2004. An Introduction to Counseling. Maidenhead: Open University Press.

0 komentar:

Poskan Komentar